Rabu, 14 Januari 2015

CIinta Dalam Ketiadaan

Betapa tak ’kan sedih aku, bagai malam, 
tanpa hari-Nya serta keindahan wajah hari terang-Nya?
Rasa pahit-Nya terasa manis bagi jiwaku

semoga hatiku menjadi korban bagi Kekasih yang membuat pilu hatiku!
Aku sedih dan tersiksa karena Cinta 

demi kebahagiaan Rajaku yang tiada bandingnya.
Titik air mata demi Dia adalah mutiara, 

meski orang menyangka sekedar air mata.
Kukeluhkan jiwa dari jiwaku, 

namun sebenarnya aku tidak mengeluh: aku cuma berkisah.
Hatiku bilang teriksa oleh-Nya, 

Perlakukanlah aku dengan benar, Ohh  Yang Maha Benar, Ohh Engkaulah Mimbar Agung, 
dan akulah ambang pintu-Mu!
Di manakah sebenarnya ambang pintu dan mimbar itu? 

Di manakah sang Kekasih, di manakah “kita” dan “aku”?
Ohh Engkau, Jiwa yang bebas dari “kita” dan “aku”, Ohh Engkaulah hakekat ruh lelaki dan wanita.
Ketika lelaki dan wanita menjadi satu, 

Engkau-lah Yang Satu itu; ketika bagian-bagian musnah, Engkau-lah Kesatuan itu.
Engkau ciptakan ”aku” dan ”kita” supaya memainkan puji-pujian bersama diri-Mu,
Hingga seluruh ”aku” dan ”engkau” dapat menjadi satu jiwa serta akhirnya lebur dalam sang Kekasih.

^Jalaludin Rumi

Because I miss

Selalu di bawah langit yang sama
Selain kau tidak ada disini,
Disana tidak ada yang berbeda sama sekali
Aku hanya ingin tersenyum
Ingin melupakan segalanya
Seperti  tidak terjadi apapun sama sekali
Tersenyum untuk mejalani hari-hariku

Karena aku sangat merindukannya
Setiap hari di dalam diriku memanggil dan memanggilnya
Ingin sekali melihatnya
Sekarang ini seperti kebiasaanku,  pengisi tiap detik dihidupku

Aku berfikir untuk membiarkannya pergi
Tanpa meninggalkan apapun sebelumnya
Tidak, sekarang aku tidak dapat membiarkannya pergi

Aku bahkan tidak berbicara apapun,
Aku hanya membiarkannya pergi
Maafkan aku
Tidakkah dia mendengar perkataanku ?
Pengakuan terakhirku , dapatkah dia mendengarnya ?

“Heartstring-Lilie-Because I Miss”

Rabu, 09 Juli 2014

Sudahlah

         Nanti jika saat itu tiba
       Waktu yang memaksa kita pisah
       Apa kau menoleh saat jumpa
       Tersenyum atau terdiam
Mengenang hal yang lalu
Mengenang mimpi itu
Mengenang masa-masa kita dulu ooh
Sudahlah sudahlah takdir yang tentukan
Kau jadi milikku jika kau mau
Ku tahan rasaku yang menyiksa
Mengelus dada yang tak berguna
Tak tahu harus berkata apa
Teriak atau terdiam
Mengenang hal yang lalu
Mengenang mimpi itu
Mengenang masa-masa kita dulu ooh
Sudahlah sudahlah takdir yang tentukan
Kau jadi milikku jika kau mau
Haruskah haruskah ku hapus cerita
Indahnya dirimu dalam hidupku
Jangan paksakan sakit karena cinta
Sudahlah sudahlah takdir yang tentukan
Kau jadi milikku jika kau mau
Haruskah haruskah ku hapus cerita
Indahnya dirimu dalam hidupku
Jangan paksakan sakit karena cinta

 *GEISHA

Kamis, 06 Maret 2014

Menghargai

Bisakah kamu untuk menghargai
Sebuah penghargaan sekecil apapun itu
Sungguh sangatlah berarti
Mungkin kamu tak tahu
Dengan kamu menghargai seseorang
Atas apa yang dilakukannya
Kamu kan melihat senyum bahagia yang terlukis diwajahnya
Hidup itu indah apabila saling menghargai satu sama lain
Bukankah tuhan sang pemilik alam ini selalu menghargai hambanya
Bukankah Rosul pun mengajarkan untuk saling menghargai
Lalu kita yang hanya seorang manusia biasa,
Mengapa begitu sulit untuk memberi sekecil penghormatan
Jadikanlah hati ini sebagai lembah kasih sayang
Jadilah bukti bahwa dirimu memiliki hati yang penuh cinta


Bertahan

bertahan itu membosankan
bertahan itu menyakitkan
bertahan itu harus butuh kesabaran
bertahan juga harus dengan keikhlasan

namun ….
terkadang sesuatu yang dipertahankan tak mengerti
tak sesuai dengan harapan
lalu bagaimana bisa hati ini selalu yakin
atas semua yang telah terjadi
melewati hari-hari dengan penuh keyakinan
yang memang sangat membingungkan
dan dimanakah akhir dari keyakinan ini
dan kapankah waktu kan menjawabnya
mungkinkah ini keyakinan yang salah
jika memang salah , mengapa begitu sulit untuk mengubahnya
adakah sebuah kenyataan yang besar dibalik keyakinan ini
Entahlah ………



Kamis, 27 Februari 2014

Di Ujung Kerinduan

Telah ku menanti
Di ujung kerinduan ku berdiri
Bersama memory rasakan angin
Dan kulihat matahari tlah terbit
Namun tak seorangpun disana
Bahkan bayangnya pun tiada

Masihlah kuberdiri
Entah sampai kapan
Hari demi hari hingga matahari tenggelam
Hingga beribu bintang tunjukkan sinarnya
Lalu matahari terbit lagi
Tetap ku disini bersama memory
Tak peduli dengan sang waktu yang terus berputar
Tak peduli dengan semua pertanyaan langit
Karna kuyakin kan temui hatiku yang telah pergi
Di ujung kerinduan ku menanti



Jumat, 17 Januari 2014

Cinta dalam kuasaNya



Apalah artinya
Sebuah duga yang tak pasti
Merasuki pikiran juga hati
Temani jiwa yang hampa
Seperti mendung namun tak hujan
Mengusik kedamaian
Menari dengan alunan kalbu

Tak selamanya hal dapat dibenarkan
Ketika Sang khalik telah berucap
Cinta itu dalam kuasaNya
Dan hanya dialah yang tahu
Tafsiran dalam takdirNya
Kenyataan yang indah
Berbisik kepada sang waktu
Menuntun hati yang sepi
Temui pribadi yang telah ditakdirkan
Bersama lewati samudera kebahagiaan