Betapa tak ’kan sedih aku, bagai malam,
tanpa hari-Nya serta keindahan
wajah hari terang-Nya?
Rasa pahit-Nya terasa manis bagi jiwaku
semoga hatiku menjadi korban bagi
Kekasih yang membuat pilu hatiku!
Aku sedih dan tersiksa karena Cinta
demi kebahagiaan Rajaku yang tiada
bandingnya.
Titik air mata demi Dia adalah mutiara,
meski orang menyangka sekedar air mata.
Kukeluhkan jiwa dari jiwaku,
namun sebenarnya aku tidak mengeluh: aku cuma
berkisah.
Hatiku bilang teriksa oleh-Nya,
Perlakukanlah aku dengan benar, Ohh Yang Maha Benar, Ohh Engkaulah Mimbar Agung,
dan akulah ambang pintu-Mu!
Di manakah sebenarnya ambang pintu dan mimbar itu?
Di manakah sang Kekasih, di
manakah “kita” dan “aku”?
Ohh Engkau, Jiwa yang bebas dari “kita” dan “aku”, Ohh Engkaulah hakekat ruh lelaki
dan wanita.
Ketika lelaki dan wanita menjadi satu,
Engkau-lah Yang Satu itu; ketika
bagian-bagian musnah, Engkau-lah Kesatuan itu.
Engkau ciptakan ”aku” dan ”kita” supaya memainkan puji-pujian bersama diri-Mu,
Hingga seluruh ”aku” dan ”engkau” dapat menjadi satu jiwa serta akhirnya lebur
dalam sang Kekasih.
^Jalaludin Rumi
The Land of My Mind
By Lily Fitria
Rabu, 14 Januari 2015
Because I miss
Selalu di bawah langit yang sama
Selain kau tidak ada disini,
Disana tidak ada yang berbeda sama sekali
Aku hanya ingin tersenyum
Ingin melupakan segalanya
Seperti tidak
terjadi apapun sama sekali
Tersenyum untuk mejalani hari-hariku
Karena aku sangat merindukannya
Setiap hari di dalam diriku memanggil dan
memanggilnya
Ingin sekali melihatnya
Sekarang ini seperti kebiasaanku, pengisi tiap detik dihidupku
Aku berfikir untuk membiarkannya pergi
Tanpa meninggalkan apapun sebelumnya
Tidak, sekarang aku tidak dapat membiarkannya pergi
Aku bahkan tidak berbicara apapun,
Aku hanya membiarkannya pergi
Maafkan aku
Tidakkah dia mendengar perkataanku ?
Pengakuan terakhirku , dapatkah dia mendengarnya ?
Rabu, 09 Juli 2014
Sudahlah
Nanti jika saat itu tiba
Waktu yang memaksa kita pisah
Apa kau menoleh saat jumpa
Tersenyum atau terdiam
Waktu yang memaksa kita pisah
Apa kau menoleh saat jumpa
Tersenyum atau terdiam
Mengenang hal yang
lalu
Mengenang mimpi itu
Mengenang masa-masa kita dulu ooh
Mengenang mimpi itu
Mengenang masa-masa kita dulu ooh
Sudahlah sudahlah
takdir yang tentukan
Kau jadi milikku jika kau mau
Kau jadi milikku jika kau mau
Ku tahan rasaku yang
menyiksa
Mengelus dada yang tak berguna
Tak tahu harus berkata apa
Teriak atau terdiam
Mengelus dada yang tak berguna
Tak tahu harus berkata apa
Teriak atau terdiam
Mengenang hal yang
lalu
Mengenang mimpi itu
Mengenang masa-masa kita dulu ooh
Mengenang mimpi itu
Mengenang masa-masa kita dulu ooh
Sudahlah sudahlah
takdir yang tentukan
Kau jadi milikku jika kau mau
Haruskah haruskah ku hapus cerita
Indahnya dirimu dalam hidupku
Jangan paksakan sakit karena cinta
Kau jadi milikku jika kau mau
Haruskah haruskah ku hapus cerita
Indahnya dirimu dalam hidupku
Jangan paksakan sakit karena cinta
Sudahlah sudahlah
takdir yang tentukan
Kau jadi milikku jika kau mau
Haruskah haruskah ku hapus cerita
Indahnya dirimu dalam hidupku
Jangan paksakan sakit karena cinta
Kau jadi milikku jika kau mau
Haruskah haruskah ku hapus cerita
Indahnya dirimu dalam hidupku
Jangan paksakan sakit karena cinta
Kamis, 06 Maret 2014
Menghargai
Bisakah kamu untuk menghargai
Sebuah penghargaan sekecil apapun itu
Sungguh sangatlah berarti
Mungkin kamu tak tahu
Dengan kamu menghargai seseorang
Atas apa yang dilakukannya
Kamu kan melihat senyum bahagia yang terlukis
diwajahnya
Hidup itu indah apabila saling menghargai satu sama
lain
Bukankah tuhan sang pemilik alam ini selalu
menghargai hambanya
Bukankah Rosul pun mengajarkan untuk saling
menghargai
Lalu kita yang hanya seorang manusia biasa,
Mengapa begitu sulit untuk memberi sekecil
penghormatan
Jadikanlah hati ini sebagai lembah kasih sayang
Jadilah bukti bahwa dirimu memiliki hati yang penuh
cinta
Bertahan
bertahan itu membosankan
bertahan itu menyakitkan
bertahan itu harus butuh kesabaran
bertahan juga harus dengan keikhlasan
namun ….
terkadang sesuatu yang dipertahankan tak mengerti
tak sesuai dengan harapan
lalu bagaimana bisa hati ini selalu yakin
atas semua yang telah terjadi
melewati hari-hari dengan penuh keyakinan
yang memang sangat membingungkan
dan dimanakah akhir dari keyakinan ini
dan kapankah waktu kan menjawabnya
mungkinkah ini keyakinan yang salah
jika memang salah , mengapa begitu sulit untuk
mengubahnya
adakah sebuah kenyataan yang besar dibalik keyakinan
ini
Entahlah ………
Kamis, 27 Februari 2014
Di Ujung Kerinduan
Telah ku
menanti
Di ujung
kerinduan ku berdiri
Bersama
memory rasakan angin
Dan kulihat
matahari tlah terbit
Namun tak
seorangpun disana
Bahkan
bayangnya pun tiada
Masihlah
kuberdiri
Entah sampai
kapan
Hari demi
hari hingga matahari tenggelam
Hingga
beribu bintang tunjukkan sinarnya
Lalu
matahari terbit lagi
Tetap ku
disini bersama memory
Tak peduli
dengan sang waktu yang terus berputar
Tak peduli
dengan semua pertanyaan langit
Karna kuyakin
kan temui hatiku yang telah pergi
Di ujung
kerinduan ku menanti
Jumat, 17 Januari 2014
Cinta dalam kuasaNya
Apalah
artinya
Sebuah duga
yang tak pasti
Merasuki
pikiran juga hati
Temani jiwa
yang hampa
Seperti
mendung namun tak hujan
Mengusik
kedamaian
Menari
dengan alunan kalbu
Tak
selamanya hal dapat dibenarkan
Ketika Sang
khalik telah berucap
Cinta itu
dalam kuasaNya
Dan hanya
dialah yang tahu
Tafsiran dalam
takdirNya
Kenyataan
yang indah
Berbisik
kepada sang waktu
Menuntun
hati yang sepi
Temui
pribadi yang telah ditakdirkan
Bersama
lewati samudera kebahagiaan
Langganan:
Postingan (Atom)